Senin, 18 Desember 2017

Pentingnya organisasi

Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Organisasi Bagi Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior yang akan bergabung nantinya.

Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa, namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim dewasa ini. Sudah semakin berkurang tampaknya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, tetapi kita juga bisa merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi.

Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya, kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.

Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.

Penulis sendiri dahulunya tidak memiliki skill untuk berbicara sedikitpun. Namun, setelah merasakan hidup berorganisasi, maka terasa sangat membantu disaat perkuliahan. Biasanya penulis hanya duduk-duduk dan mengobrol di belakang, namun setelah berorganisasi penulis lebih tertarik untuk duduk di bagian depan dan bertanya jawab dengan dosen bersama teman-teman lainnya. Itulah kira-kira gambaran yang mungkin bisa memotivasi mahasiswa di lingkungan kita ini memanfaatkan organisasi agar mampu menemukan jati dirinya sebagai mahasiswa.

Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan panjang untuk meraih mimpinya sebagai seorang sarjana, kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak tentunya. Begitulah kira-kira keinginan semua mahasiswa yang berjuang keras melewati perjalanan panjangnya selama duduk di bangku perguruan tinggi. Perjalanan panjang itu tidak boleh disia-siakan, karena kita harus bisa memanfaatkan segala hal yang baik untuk memberi hasil positif bagi diri kita sendiri. Akan lebih baik jika kita juga mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.

Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesame mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan umpan balik dalam perkuliahan.
Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita dengan berorganisasi di kampus.

 

MENAKAR PENTINGNYA ORGANISASI MAHASISWA

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi Sedangkan organisasi mahasiswa yaitu organisasi yang berisikan mahasiswa1. Kemudian organisasi mahasiswa dibedakan menjadi 2 yaitu internal dan eksternal kampus. Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetatman, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Artinya dengan definisi tersebut kita memahami betapa besarnya tanggung jawab dari organisasi mahasiswa yang secara perlahan harus kita penuhi sebagai beban moral dalam memperjuangan apa yang digariskan para pendahulu republik Indonesia. Menjawab pertanyaan seberapa penting organisasi mahasiswa terdapat  berbagai metode. Dalam kesempatan ini penulis mencoba menggunakan 3 pisau analisa singkat, yang pertama secara yuridis, filosofis, dan terakhir sosiologis.

Secara yuridis ( peraturan Perundang-undangan ) organisasi mahasiswa telah memiliki payung hukum yang menjamin keberadannya yaitu PP NO. 60 tahun 1999 tt Perguruan Tinggi yang kemudian secara teknis dilindungi Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia NOMOR 155 /U/1998. Banyak hal yang dijelaskan dalam peraturan tersebut baik kedudukun, fungsi, tanggung jawab, hingga mengenai persoalaan pendanaan yang dapat berasal dari kampus atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan. Hal ini berakibat bahwa secara konstitusional organisasi mahasiswa di akui dan memiliki hak-hak serta kewajiban yang melekat sesuai peraturan tersebut.

Metode kedua yaitu pembedahan secara filosofis, persoalan fakta sejarah bahwa mahasiswa melalui organisasinya telah berkontribusi dalam pengawalan proses perubahan bangsa rasanya tak perlu banyak kita bahas. Penulis justru ingin mengemukakan apa yang dicetuskan oleh Paulo Freire (1921-1997) salah seorang tokoh pendidikan asal Amerika Latin. Paulo freire dalam konsepnya berusaha merubah sistem pendidikan gaya Bank yang banyak diterapkan di banyak negara maju (lebih lanjut silakan cari tt Pailo Freire) menuju sistem pembelajaran pemecahan masalah. Bahwa sistem pendidikan dimana pengajar lebih tau, pembelajaran hanya proses transfer ilmu dan pembelajaran teks book sangatlah tidak cocok dengan Negara-negara berkembang. Hal ini dikarenakan metode tersebut cenderung menciptakan pola pikir yang mekanis dan memposisikan diri menjadi tenaga kerja siap pakai. Seharusnya sistem pendidikan yang dibangun juga melibatkan peserta didik sebagai bagian pokok ( subjek pembelajaran ) yang memiliki peran yang sama dalam ruang pendidikan. Dan hal yang dibicarakan dalam kelas haruslah mengenai persoalan terdekat dari peserta didik. Dengan melihat hal tersebut jelaslah ormawa merupakan lingkungan yang sesuai menurut konsep poulo freire dimana kita belajar langsung mengenau tata kelola administrasi, manajemen organisasi, manajemen konflik, yang kemudian menciptakan mental dan jiwa organisasi yang kuat.

Pisau analisa terakhir yaitu pembedahan secara sosiologis atau kemanfatan untuk masyarakat banyak. Menilik kembali pada landasan operasional Organisasi mahasiswa yaitu Tri Dharma perguruan tinggi dalam poin tiga kita temukan “pengabdian masyarakat”, kemudian hal inilah yang menjadi ruh dalam proses penyusunan program-program kerja organisasi. Maka banyak kita temukan di berbagai organisasi yang memasukan program pengabdian masyarakat bahkan membentuk divisi khusus di dalamnya. Mungkin persoalannya kemudian seperti apa bentuk pengabdian tersebut apakah telah mencapai tahapan pemberdayaan berkelanjutan atau masih bersifat sporadik “datang –tinggal - kembali tahun depan”.

Terlepas dari argumen apapun yang kita bangun mengenai pentingnya organisasi mahasiswa, rasanya kritik otokritik tetap perlu dilakukan guna mengukur tahapan kerja-kerja organisasi yang telah kita lakukan, seberapa besar manfaat yang telah kita lakukan bagi mahasiswa, kampus, bahkan Bangsa dan Negara. Seberapa sering kita turun dalam persoalan realitas kehidupan di sekitar kita, anak putus sekolah, penggusuran, teknologi pertanian, kurang gizi dan berbagai persoalan dekat lainnya. Atau mungkin kita masih masih berkutat pada konflik-konflik internal yang melelahkan belum juga melakukan komunikasi, kordinasi, bahkan konsolidasi.

Manfaat Berorganisasi Bagi Mahasiswa

Beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:

1.      Memperluas pergaulan

2.      Meningkatkan wawasan/pengetahuan

3.      Membentuk pola pikir yang lebih baik

4.      Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan

5.      Meningkatkan kemampuan berkomunikasi

6.      Melatih leadership (kepemimpinan)

7.      Belajar mengatur waktu

8.      Memperluas jaringan (networking)

9.      Mengasah kemampuan social

10.  Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

Tips agar organisasi bermanfaat

Beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam memilih organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi Anda, antara lain:

1.      Lihat visi dan misi organisasi itu

2.      Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai dengan minat, kemampuan dan waktu luang Anda?

3.      Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang Anda inginkan. Pelajari kemungkinan Anda menduduki posisi itu.

4.      Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban Anda dengan bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan

5.      Jika selama 3 bulan Anda merasakan manfaatnya maka teruskan, dan jika tidak bermanfaat segeralah mundur dan cari organisasi lain yang lebih sesuai.

Manfaat Ikut Organisasi Mahasiswa di Kampus

Dengan mengikuti organisasi mahasiswa, manfaatnya banyak sekali untuk masa depan kamu. Dengan catatan, kamu berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan. Kalau hanya namanya yang terdaftar, kamu akan melewatkan kesempatan-kesempatan untuk mempelajari soft skills yang nantinya berguna di dunia kerja. Lalu kalau ikut, keuntungan apa yang kamu peroleh? Soft skills seperti apa yang dapat kamu pelajari? Apa manfaatnya di dunia kerja nanti? Nah di bawah ini dijelaskan beberapa diantaranya:

1.      Melatih Leadership

Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kamu urus seperti acara-acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum terbayang seperti apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kamu akan terperangah bahwa sesungguhnya kamu mampu melakukannya. Di dunia kerja, keterampilan leadership ini pasti bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukkan leadership sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi level staf yang sebenarnya tidak memiliki bawahan. Kamu yang mengikuti organisasi mahasiswa dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih senang karena tidak harus mengarahkan kamu terus menerus.

2.      Belajar Mengatur Waktu

Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kamu gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu, kuantitas tugas kuliah tetap sama saja antara kamu yang ikut organisasi dan teman-teman lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus kamu lakukan. Mungkin pada awalnya, kamu akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama kamu akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sepanjang sisa hidup kamu. Setelah bekerja di kantor nanti, kamu akan lebih terlatih dalam mengelola tugas-tugas yang jumlahnya tidak sedikit dan menetapkan prioritas tugas mana yang harus lebih dulu dikerjakan.

3.      Memperluas Jaringan atau Networking

Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kamu kenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kamu pilih, dan sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan, karena merupakan aspek yang penting, terutama bagi fresh graduate dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dari mereka, kamu akan dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor tempat mereka bekerja atau dari informasi yang mereka miliki. Dan menurut kebiasaan di berbagai perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, karena mereka telah memiliki gambaran dari karyawan dalam tersebut mengenai kamu sebagai calon karyawan baru.

4.      Mengasah Kemampuan Sosial

Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, kamu juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari program studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kamu akan berbagai karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, manusia adalah individu unik. Semakin luas pergaulan kamu, maka pemahaman kamu akan manusia dapat semakin kaya. Saat bekerja nanti, keterampilan ini akan sangat membantu. Kamu akan lebih berpengalaman berinteraksi dengan berbagai karakter rekan kerja, sehingga nantinya akan memudahkan kinerjanya kamu.

5.      Problem Solving dan Manajemen Konflik
Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kamu tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak sampai menurunkan perfoma kerja.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skills seperti ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual di pasaran sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips praktis mengenai soft skills ini. Namun jika tidak dipraktekkan ke dalam bentuk perbuatan nyata atau benar-benar melakukannya, ya sama saja nihil. Karena berkaitan dengan soft skills ini, ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali memiliki riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan berpendapat bahwa calon pegawai yang memiliki pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa kepemimpinannya, memiliki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang lebih luas, keterampilan interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih terlatih menyelesaikan konflik jika dibanding mereka yang tidak memiliki pengalaman organisasi.

Source:

Organisasi

pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

1. Organisasi Menurut Stoner

Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard

Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi

Formal

1. Organisasi Formal

Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar, serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2. Organisasi Informal

Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD dan lain-lain.

Ciri – Ciri Organisasi

Kalau kita memperhatikan penjelasan di atas tentang pengertian organisasi maka dapatlah di katakan bahwa setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama

Organisasi adalah merupakan merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang unutk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaiman cara bekerja sama tersebut akan dilaksankan. Pengertian tempat di sini dalam ari yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang

Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupaka proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sam atersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi,mempunayi kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.

3. Jelas tugas kedudukannya masing-masing

Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubngan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.

4. Ada tujuan tertentu

Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cendrung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik.

Unsur – Unsur Organisasi

Secara sederhana organisasi memiliki tiga unsur, yaitu ada orang, ada kerjasama, dan ada tujuan bersama. Tiga unsur organisasi itu tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi saling kait atau saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh. Adapun unsur-unsur organisasi secara terperinci adalah :

1. Man

Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

2. Kerjasama

Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

3. Tujuan Bersama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

4. Peralatan (Equipment)

Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

5. Lingkungan (Environment)

Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :

a. Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.

b Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.

c Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan menjadi : a). Wilayah kegiatan, yang menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang boleh dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi b). Wilayah jangkauan, atau wilayah geografis atau wilayah teritorial, menyangkut wilayah atau daerah operasi organisasi. c). Wilayah personil, menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai hubungan dan kepentingan dengan organisasi. d). Wilayah kewenangan atau kekuasaan, menyangkut semua urusan, persoalan, kewajiban, tugas, tanggung jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Kekayaan Alam

Yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.

Source:
https://www.google.co.id/amp/s/dhiedotorg.wordpress.com/2011/09/25/pengertian-definisi-arti-organisasi-dan-unsur-unsurnya/amp/

Selasa, 28 November 2017

Belajar Psikologi Kepribadian, Untuk mengenal Seseorang Lebih Dalam

Postingan Belajar Psikologi kepribadian ini adalah salah satu materi dari serial panduan saya yang berjudul

Panduan Sistematis Cara MEMBACA PIKIRAN ORANG (Psikologi, Bahasa Tubuh

Nah salah satu cara untuk dapat membaca orang adalah dengan mengetahui karakter atau sifat orang tersebut, dan jawabannya adalah dengan belajar psikologi kepribadian.

Belajar Psikologi Kepribadian

Psikologi kepribadian mudahnya adalah mempelajari ilmu psikologi yang mempelajari tentang kepribadian seseorang yang dalam bahasa inggris disebut personality.

Tujuan dari kita belajar ilmu psikologi kepribadian tentunya agar kita mengetahui tipe-tipe kepribadian manusia. Sehingga kita mampu memahami orang lain,

Karena apapun yang tindakan seseorang tentunya dipengaruhi oleh kepribadiannya. Dalam memutuskan untuk bersikap atau menentukan pilihan-pilihannya.

Saat kita mengerti gambaran besar tentang kepribadian manusia, kita bisa menggolongkan tipe kepribadian orang tersebut. Sehingga bisa juga kita gunakan untuk menarik kesimpulan apa sih yang sebenarnya dia pikirkan saat ini.

Membandingkan kondisi saat ini dan kepribadian orang tersebut.

Nah, bagaimana kita mengenali kepribadian orang tersebut?

A.  Apa sih kepribadian (personality) itu?

Dalam belajar psikologi kepribadian tentunya anda juga harus tahu makna kepribadian sendiri.

Yang maknanya terkadang masih rancu di benak masyarakat. Ada beberapa kata yang masih di jadikan sinonim dari kepribadian. Padahal arti mereka berbeda satu sama lain. misalnya,

Karakter (Character) berbeda dengan personality. Padahal Karakter lebih merupakan  penggambaran tingkah laku yang bisa di nilai baik buruknya, benar salahnya.

Kemudian watak (Disposition) , adalah sebuah karakter yang kentara sekali dari seseorang. Yang telah di miliki lama dan tidak berubah-ubah. Contoh, Watak anak itu pemarah.

Sifat (Traits) , adalah sebuah respon yang kita berikan pada suatu kejadian atau keadaan yang menimpa kita. Kejadian yang persis dan respon yang sama berarti itu menandakan sifat kita. Misal, sari orangnya itu mudah tersinggung.

Ciri (Type-Attribute) , ini mirip dengan sifat namun dalam stimulan (kejadian atau keadaan yang membuat kita meresponnya) yang lebih terbatas lagi, tidak dalam cakupan yang seluas sifat. Andi orangnya pemalu jika berhadapan dengan cewek.

Kebiasaan (habit), adalah sebuah tindakan yang kita lakukan berulang-ulang dari stimulan yang sama. Contoh Tono selalu saja terlambat 5 menit saat sekolah.

Nah lantas kepribadian itu apa sih? berikut ini saya temukan beberapa pengertian dari pakar yang telah di kumpulkan oleh

Psycoshare.com

Beberapa contoh definisi kepribadian:

Kepribadian adalah :

Nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (Hilgard & Marquis)Kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern)Organisasi dinamik dalam sistem psikofisiologik seorang yang menentukan model penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya (Allport)Pola trait-trait yang unik dari seseorang (Guilford)Seluruh karakteristik seseorang atau sifat umum banyak orang yang mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi (Pervin)Seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan ke-umuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologic saat itu (Mandy atau Burt)Lembaga yang mengatur organ tubuh, yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat dalam pengubahan kegiatan fungsional (Murray)Pola khas dari fikiran, perasaan, dan tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain dan tidak berubah lintas waktu dan situasi (Phares)

Yah, mungkin akan sedikit membingungkan. tapi intinya kepribadian adalah sesuatu tingkah laku yang unik dari diri setiap orang. Mereka lebih tanpa ada pengaruh apapun, seperti kata pepatah “udah dari sononya” hehe.

Setidaknya dalam belajar psikologi kepribadian anda tahu gambaran makna dari kepribadian itu sendiri.

B. Macam-Macam Kepribadian Manusia

Sebenarnya banyak teori tentang macam-macam kepribadian manusia. Jika anda benar-benar antusias untuk belajar psikologi kepribadian bisa anda baca di buku-buku psikologi.

Namun, kita tidak terlalu perlu menghafal kesemuanya. Karena pada dasarnya setiap ilmuwan mengumumkan teorinya berdasarkan pengamatan. Yang artinya jika anda sering mengamati seseorang kemungkinan besar pikiran bawah sadar anda akan mampu mengelompokkan tipe-tipe kepribadian seseorang.

Apa yang dilakukan ilmuwan sebagian besar hanyalah pada masalah penamaan saja.

Carl jung dengan 3 kepribadiannya.

Car Jung adalah seorang psikologis terkenal yang berasal dari swiss. Dia yang kemudian membedakan kepribadian manusia menjadi introvert, ekstrovert dan ambivert.

Anda tentunya familiar kan dengan tipe-tipe kepribadian yang diutarakan Carl Jung tersebut. Berikut gambaran besarnya,

Introvert adalah kepribadian yang sering kita sebut sebagai orang yang pendiam, tertutup, kemampuan sosialnya kurang dan sejenisnya.

Sedangkan Ekstrovert adalah kebalikan dari introvert. Dia adalah kaum dengan kemampuan sosial tinggi, mudah bergaul dan terbuka.

Tentu keduanya memiliki kelebihan masing-masing, tentu anda bisa membaca pikiran seorang introvert jika dia diajak ke suatu tempat yang ramai untuk bersosial. dan kebalikannya tentu anda akan tahu ketika seorang ekstrovert merasa bosan dengan kegiatan yang begitu-begitu saja. Dan masih banyak lainnya.

Sedangkan Ambivert adalah garis tengah dari mereka berdua. Dia bisa menjadi seorang introvert dan juga cukup ahli menjadi ekstrovert.

Hippocrates dengan 4 teori kepribadiannya.

Hippocrates adalah seorang tokoh filsuf ternama dari yunani. Dia berpendapat bahwa manusia memiliki 4 jenis kepribadian. Yaitu sanguinkolerismelankolis, dan plegmatis.

Sanguinis, lebih seperti ekstrovert. Dia ramah, selalu bersemangat, suka berbicara dan terlihat mencolok di suatu kelompok walaupun bukan tipe pemimpin, pikirannya juga sering berubah-ubah.

Koleralis sifatnya terlihat lebih keras kepala, optimis, suka memimpin dan bersemangat tapi juga penuh emosional.

Melankolis lebih sensitif, tetapi juga analis, pendendam dan lebih mudah melihat sisi negatif, suka bergaul dan tidak suka menjadi perhatian. Tetapi kebanyakan mereka adalah pengusaha yang hebat.

Plegmatis adalah orang yang penyabar, suka mencari solusi tercepat, teratur, selera humor-nya lebih sarkasme, dan mudah bergaul, tidak suka hal baru, lebih menjadi penonton.

Menurut saya tipe-tipe yang diutarakan oleh Hippocrates ini masih banyak yang terlihat ambigu dan agak sulit di bedakan satu sama lain. Namun begitu, masih terlihat ciri khas dari masing-masing kepribadiannya.

B. 16 Macam Kepribadian Manusia

16 kepribadian ini di ungkapkan oleh Isabel Briggs Myers, yang kemudian dia mengembangkan sebuah psikotes untuk ke-16 tipe kepribadian itu. Tes tersebut dinamakan MBTI (Myers-Birggs Type Indicator). Tes psikologi ini bekerja dengan melihat bagaimana manusia menentukan keputusannya dan cara pandangnya terhadap dunia.

Psikotes ini dirancang 1940, tes ini di fungsikan untuk mengukur kecerdasan, bakat, dan tipe kepribadian seseorang. Yan intinya tujuan kita mempelajari ini adalah untuk mengetahui ke 16 tipe kepribadian menurut Briggs Myers ini.

Karena terlalu banyak, alangkah baiknya kalo kita pelajari saja inti pokok dari ke 16 nya. Hal ini tentunya juga baik untuk Anda yang belajar psikologi kepribadian, sehingga tidak melulu textbook tetapi juga melatih pemahaman secara bawah sadar.

16 itu di dapat dari kombinasi dari 4 dimensi, setiap dimensi memiliki dua kemungkinan sebagaimana berikut ini:

Pemusatan Perhatian

Pada dimensi ini ada dua kemungkinan yaitu Introvert (I) atau Ekstrovert (E).

Memahami Informasi

Dalam memahami informasi dari luar manusia memiliki dua sifat, yaitu memahami dengan informasi-informasi yang diterima dan di nalar dengan pikiran. Seperti sebuah sensor pada robot. Sensing (S).

Atau dia lebih mengedepankan feeling, intuisi. Intuition (N) .

Menyimpulkan dan Memutuskan

Dalam mengambil keputusan atau menyimpulkan sesuatu seseorang bisa lebih sering menggunakan pikiran. Thingking (T).

Atau lebih sering mengambil keputusan berdasarkan perasaan. Feeling (F).

Pola Hidup

Pola kebiasaan manusia hidup bisa teratur dan terencana. Judging ( J)

Atau lebih terbuka dan menerima kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Percieving (P)

Nah Anda bisa mengombinasikan setiap kemungkinan yang terjadi dari keempat dimensi tersebut. Saya lebih suka mengamati daripada memberikan tes tertulis untuk menentukan tipe kepribadian seseorang.

Berikut daftar lengkapnya,

C. Teori Kepribadian Ala Bacapikiran.com

Saya sendiri secara tidak sengaja menemukan teori ini, akan tetapi tidak begitu yakin apakah belum ada yang mempublikasikannya lebih dahulu. Jadi harap Anda anggap sebagai materi sharing saja antara kita berdua.

Mengetahui tipe kepribadian seseorang dengan alam bawah sadar.

Cara ini bisa Anda terapkan untuk mengenal lebih dalam seseorang yang baru Anda temui dengan instan. Seakan-akan Anda bisa mengetahui keseluruhan sifatnya.

Berikut penjelasannya.

Tentunya Anda pernah merasakan bertemu orang yang mirip dengan teman Anda, bukan?

Jadi teorinya adalah memanfaatkan hal ini, dengan menggunakan database yang tersimpan di otak bawah sadar kita.

Setelah saya amati berulang kali, ternyata kita menentukan seseorang itu mirip dengan orang lain tidak hanya dengan wajahnya tetapi lengkap dengan tingkah lakunya, karakternya, sifatnya dan kepribadiannya. Secara tidak sengaja hal itu telah di proses oleh otak bawah sadar Anda.

Jadi, semakin Anda merasa yakin orang itu mirip dengan orang yang sudah Anda kenal sebelumnya. Saya jamin dia memiliki sifat yang sangat hampir sama. Bahkan bisa sama persis.

Jadi kesimpulannya, biarlah intuisi pikiran kita yang bekerja jika kita mendapati seseorang yang mirip. Gunakan itu sebagai keuntungan Anda untuk mengenalnya.

Bahkan anda bisa seakan-akan menebak sifatnya. Terserah Anda.

Sampai di sini semoga Anda bisa  belajar lebih lagi mengenai kepribadian manusia dan bagaimana cara bersikap dengan orang berdasarkan kepribadiannya.

Source
https://bacapikiran.com/belajar-psikologi-kepribadian/

5 Ways To Talk Like A Very Smart Person


Sometimes, especially when talking to those we deem smarter than ourselves, we long for a heightened level of intelligence in order to contribute more meaningfully to the conversation.

While some may be content to use their existing knowledge and hope for the best, others may wish to take things a step further and try to sound smarter than they are.

To convince people you’re smarter than you really are, you’ll want to ensure you come across as if you know what you’re talking about.

Furthermore, the way you carry yourself and express your opinions are also an important factor when attempting to sound smarter.

To begin with, confidence is key. If you look and act as if you know exactly what you’re talking about, you’ll likely be perceived as so. To do this, try avoiding blank, filler words such as ‘um’. It’s perfectly acceptable to pause if you’re not sure how to proceed.

Talk slowly, remain calm and think before you speak. Before you know it, you’ll have everyone believing you’re the smartest person in the room.

Another technique is to emphasize the facts you already know. Over exaggerate the information you have, placing more importance on each fact than it may really deserve. Your enthusiasm will get the conversation moving and you may find you’re able to learn from other peoples’ contributions.

To end the conversation, make sure you slot in a meaningful last word. Getting the final word means your comments will remain fresh in the minds of your peers. If you reiterate your ideas to sum up, they’ll remember the facts, making you sound like you know just what you’re talking about.

There are a range of different ways to enhance your speaking manner in order to sound like the real deal. Some suggestions may be more effective than others, but there’s a way for every pseudo intellectual to jump on board the smarter bandwagon.

Pick Up a Few Foreign Phrases

People who speak several languages are, of course, known for being rather intelligent, however you don’t need to be fluent in order to reap the benefits and attention given to skilled polyglots.

Learning a few simple phrases, even from a vacation guidebook, in a number of different language will help you come across as smarter and more cultured than your peers.

Just don’t try it on anyone who speaks more of the language than you do, as your cover will quickly be blown! To avoid this, try learning phrases in an obscure language. Many people speak a good amount of Spanish, French or German, yet you’re not as likely to meet someone fluent in Khoisan – a language still spoken today in remote areas of Central Africa, despite it being one of the oldest language on the continent

Source

http://www.psychologium.com/5-ways-to-talk-like-a-very-smart-person/

Was and were

Penggunaan Was dan Were Dalam Bahasa Inggris – Was dan were adalah kata kerja bentuk kedua dari kata kerja be (to be)Was dan were hanya digunakan pada beberapa tense saja, lebih tepatnya hanya digunakan pada simple past tensepast continuous tense, dan past future tense. Dan perlu diketahui bahwa was dan were pada dasarnya adalah kata kerja bantu, untuk membahas lebih lanjut materi ini, saya sarankan teman-teman belajar terlebih dahulu materi kata kerja yang meliputi kata kerja utama dan kata kerja bantu.

Penggunaan Was dan Were Dalam Simple Past Tense
Rumus yang digunakan dalam simple past tense adalah sebagai berikut :
S + was/were + non.verbS + Verb2Kita akan menggunakan rumus yang pertama ketika tidak ada kata kerja utama dalam sebuah kalimat. Sebagai contoh :
I was busy yesterday. (saya sibuk kemarin.)I was not busy yesterday. (saya tidak sibuk kemarin.)Was Dina busy yesterday? (apakah Dina sibuk kemarin?)Was Dina not busy yesterday? (apakah Dina tidak sibuk kemarin?)We were in the class. (kami berada di kelas.)We were not in the class. (kami tidak berada di kelas.)Were they in the class? (apakah mereka berada di kelas?)Were they not in the class? (apakah mereka tidak berada di kelas)Baca selengkapnya materi simple past tense.

Kemudian untuk rumus yang kedua tentu kita tidak perlu menggunakan was dan were. Sebagai contoh :
Dina visited Papua last month (Dina mengunjungi Papua bulan kemarin)I went to Kuningan Plaza last night (Saya pergi ke Kuningan Plaza tadi malam)

Penggunaan Was dan Were Dalam Past Continuous Tense
Rumus yang digunakan dalam past continuous tense adalah S + Was/were + Verb.ing.
Sebagai contoh :
Shinta was watching TV. (Shinta sedang menonton TV.)Shinta was not watching TV. (Shinta tidak sedang menonton TV.)Was Shinta watching TV? (Apakah Shinta sedang menonton TV?)Was Shinta not watching TV? (Apakah Shinta tidak sedang menonton TV?)They were working. (Mereka sedang bekerja.)They were not working. (Mereka tidak sedang bekerja.)Were they working? (Apakah mereka sedang bekerja?)Were they not working? (Apakah mereka tidak sedang bekerja?).

Penggunaan Was dan Were Berdasarkan Subjeknya
Penggunaan was dan were dalam kedua tenses diatas sangat tergantung dengan subjeknya, maksudnya kita akan menggunakan was atau were. Tidak semua subjek dapat menggunakan was, begitu juga tidak semua subjek dapat menggunakan were.

Untuk mengetahui mana subjek yang menggunakan was atau were, coba kalian perhatikan tabel dibawah ini :
SubjekWas/were
I Was, You Were,She Was, He Was, It Was, We Were, They Were, Girl Was, Girls Were, Teacher Was, Teachers Were, Budi (nama orang)Was, Shinta (nama orang)Was Etc…
*Was dan were juga dapat digunakan dalam conditional sentence type 2. Namun penggunaan were lebih umum digunakan daripada was. Dalam conditional sentence, were dapat digunakan untuk semua subjek, bahkan subjek seperti he, she, I, juga dapat menggunakan were. Silahkan search pada laman PetaSitus yang ada di menu paling atas blog ini untuk mencari materi conditional sentence type 2.

Subjek sendiri dapat berupa noun, pronoun, ataupun noun phrase. Kalian harus paham terlebih dahulu mengenai subjek, karena ini adalah salah satu langkah dasar untuk paham mengenai penggunaan was dan were.

Oke, sekian materi penggunaan was dan were dalam bahasa inggris yang dapat saya persembahkan kepada kalian, harapan semoga materi singkat ini dapat bermanfaat.

Source
https://belajarbahasainggrisonline-gratis.blogspot.co.id/2014/11/penggunaan-was-dan-were-dalam-bahasa-inggris.html?m=1

Gerund and infinitive

Sobat sudah tau kan apa itu Gerund dan Infinitive dalam pelajaran Bahasa Inggris? Jika kita lihat dari bentuk fisik atau tampilannya, perbedaan antara Gerund dan Infinitive sudah pasti terlihat dengan jelas dan tidak perlu dipusingkan lagi. Bagaimana tidak, Gerund merupakan bentuk Verb berakhiran –ing sedangkan Infinitive adalah bentuk “To + base verb”, sangat jauh berbeda kan. Lalu kenapa masih saja ada yang mencari penjelasan tentang beda penggunaan Gerund dan Infinitive dalam kalimat? Jawabannya adalah karena keduanya ternyata memiliki persamaan dalam hal fungsi. Nah kemiripan atau kesamaan inilah yang kemudian membuat sebagian orang menganggap keduanya bisa bebas digunakan secara bergantian, meski sebenarnya tidak selalu begitu.

Gerund dan Infinitive memiliki kesamaan, yaitu keduanya adalah bentuk verbal yang di dalam sebuah kalimat bisa berfungsi sebagai sebuah noun (kata benda). Dengan begini, baik Gerund maupun Infinitive, keduanya bisa menempati berbagai posisi noun dalam kalimat, misalnya saja seperti posisi subject, object serta object complement. Lalu dimanakah letak perbedaannya agar kita bisa tau kapan harus menggunakan Gerund dan kapan harus menggunakan Infinitive? Nah, jika sobat memiliki pertanyaan yang sama, kali ini kami ingin membagikan sebuah cara mudah untuk mengingat perbedaan antara gerund dan infinitive.


Cara Mudah Untuk Mengingat Perbedaan Gerund Dan Infinitive

INILAH PERBEDAAN ANTARA GERUND DAN INFINITIVE

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan mengenai perbedaan Gerund dan Infinitive, ayo kita coba ingat kembali pengertian serta beberapa contoh

Gerund adalah salah satu bentuk verb yang berakhiran –ing, yang biasa disebut juga dengan verb –ing dan berfungsi sebagai noun. Beberapa contoh Gerund misalnya: DrinkingSingingTravelingStudyingWalking dan masih banyak yang lainnya. Kita bisa merubah semua action verb menjadi bentuk –ing atau Gerund ini.


Tips Dalam Membentuk Sebuah Gerund (Verb + -ing)

Pada umumnya untuk membentuk sebuah verb menjadi Gerund kita hanya perlu menempelkan akhiran –ing pada kata kerja tersebut, seperti “Play” yang berubah menjadi “Playing”. Namun untuk beberapa kata tertentu, kita perlu melakukan sedikit penyesuaian, seperti misalnya:

1.Untuk verb yang berakhiran huruf “e”, hilangkan huruf “e” tersebut dan tambahkan akhiran –ing. Contohnya: Ride menjadi Riding.

2.Untuk verb yang berakhiran huruf “ie”, ganti huruf “ie” tersebut dengan huruf “y” kemudian tambahkan akhiran –ing. Contohnya: Die menjadi Dying.


Bagaimana sobat, mudah ya ternyata membuat sebuah Gerund. Selanjutnya kita akan membahas mengenai pengertian Infinitive.

Infinitive adalah bentuk verbalyang bisa berfungsi sebagai noun dalam kalimat. Pola dari Infinitive adalah “to + base verb”. Beberapa contoh Infinitive misalnya: to drinkto singto travelto studyto walk dan masih banyak contoh lainnya.


Itulah tadi sekilas pengetahuan dasar mengenai Gerund dan Infinitive. Keduanya memang berasal dari verb namun di dalam kalimat mereka akan berfungsi layaknya sebuah noun, bisa menempati posisi subject maupun object namun tidak pernah bisa menempati posisi main verb, contohnya: “I singing” atau “I to walk” , kedua contoh itu tidak benar karena bentuk Gerund dan Infinitive dalam contoh tersebut diletakkan di posisi main verb. Berikut ini adalah contoh penggunaan Gerund dan Infinitive yang benar.

Traveling is good for our body. – Gerund di posisi Subject.

(Bepergian itu baik untuk tubuh kita.)

I like singing. – Gerund di posisi Object.

(Saya suka menyanyi.)

I want to drink a glass of milk. – Infinitive di posisi Object.

(Saya ingin minum segelas susu.)

Oke, mungkin sobat sudah mengerti sekarang cara menggunakan Gerund dan Infinitive setelah melihat contoh di atas, karena sebenarnya contoh kalimat seperti yang kami tampilkan ini sudah sering sobat jumpai selama ini. Namun sampai disini sobat mungkin masih bertanya tanya, dimana letak perbedaan antara Gerund dan Infinitive itu. Nah, perlu kami beritahukan sobat, sebenarnya dalam beberapa keadaan memang keduanya bisa saling menggantikan tanpa menyebabkan perubahan makna. Namun terkadang ada juga saat dimana kita harus menggunakan salah satunya saja. Berikut ini telah kami kumpulkan aturan khusus untuk penggunaan Gerund dan juga Infinitive, kami harap setelahnya sobat akan paham tentang perbedaan keduanya.

TIGA ATURAN DALAM MENGGUNAKAN GERUND

Ikutilah tiga aturan berikut ini saat kamu berfikir ingin menggunakan Gerund dalam kalimat.

1.Subject = Gerund


Saat kamu ingin membuat suatu aksi menjadi subject kalimat, sebaiknya gunakanlah Gerund. Penggunaan Infinitive sebagai subject sebenarnya boleh saja, namun ternyata hal ini dianggap sangat formal dan tidak umum.

Contoh Penggunaan Gerund Sebagai Subject

Singing is one of my hobby.

(Menyanyi adalah salah satu hobi saya.)

2.Preposition + Gerund


Umumnya, jika ada sebuah preposition dalam kalimat, maka setelahnya gunakanlah Gerund. Namun untuk beberapa preposition seperti except dan but terkadang Infinitive juga bisa digunakan.

Contoh Penggunaan Gerund Setelah Preposition

I thought about sleeping in my brother’s room tonight.

(Saya memikirkan tentang tidur di kamar kakak saya malam ini.)

3.Verb + Gerund


Ada beberapa verb yang hanya bisa diikuti oleh Gerund. Untuk yang satu ini, satu satunya cara terbaik adalah dengan menghapalkan daftar verb yang diikuti oleh Gerund. Beberapa yang paling umum misalnya: adviseavoidenjoyfinish, dan quit.

Contoh Verb Yang Diikuti Gerund

Maya avoid making mistake for the second time.

(Maya menghindari membuat kesalahan untuk kedua kalinya.)

TIGA ATURAN DALAM MENGGUNAKAN INFINITIVE

Ikutilah tiga aturan berikut ini saat kamu berfikir ingin menggunakan Infinitive dalam kalimat.

1.Adjective + Infinitive


Setelah sebuah adjective (kata sifat) umumnya yang kita gunakan adalah sebuah Infinitive. Dalam beberapa kondisi penggunaan Gerund bisa saja terjadi tapi ternyata pemakaian Infinitive dalam situasi ini selalu dianggap sebagai pilihan terbaik.

Contoh Penggunaan Infinitive Setelah Adjective

It was useful to learn foreign language like English.

(Hal yang berguna mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Inggris.)

2.Noun + Infinitive


Jika main verb memiliki sebuah object baik dalam bentuk noun ataupun pronoun, maka hampir selalu diikuti oleh sebuah Infinitive daripada sebuah Gerund.

Contoh Penggunaan Infinitive Setelah Noun

My father asked me to help him.

(Ayah saya meminta saya membantu nya.)

3.Verb + Infinitive


Ada beberapa verb yang hanya bisa diikuti oleh Infinitive. Untuk yang satu ini, satu satunya cara terbaik adalah dengan menghapalkan daftar verb yang diikuti oleh Infinitive. Beberapa yang paling umum misalnya: askchoosedecidegetneed, dan want.

Contoh Verb Yang Diikuti Infinitive

He decided to go to United States next month.

(Dia memutuskan untuk pergi ke Amerika bulan depan.)

Nah, itulah tadi beberapa aturan khusus untuk penggunaan Gerund dan juga Infinitive. Sebelum kita akhiri artikel kali ini, kami ada sedikit tambahan informasi. Ternyata, beberapa verb bisa diikuti baik oleh Gerund maupun Infinitive. Namun, dalam prosesnya,ada yang menyebabkan perbedaan makna dan ada pula yang tidak. Mari kita bahas sebentar.

Beberapa verb berikut ini bisa diikuti oleh Gerund dan Infinitive tanpa menyebabkan perbedaan makna. Verb tersebut diantaranya: likelovehatebegincontinuepreferstart, etc. Perhatikan contoh penggunaannya dalam kalimat berikut ini:

Mr. Eko likes watching movie.

Mr. Eko likes to watch movie.

Sedangkan verb berikut ini meski bisa diikuti oleh Gerund dan Infinitive, namun akan menyebabkan perbedaan makna antara keduanya. Verb tersebut diantaranya: forgetrememberstop, etc. Perhatikan contoh penggunaannya dalam kalimat berikut ini:

Mr. Isman stops smoking. (subject berhenti merokok dan dianggap tidak merokok lagi.)

Mr. Isman stops to smoke. (subject berhenti dari suatu kegiatan untuk merokok.)


Source

http://www.bigbanktheories.com/cara-mudah-untuk-mengingat-perbedaan-gerund-dan-infinitive/

Passive Voice

1. Pengertian

Passive voice atau "kalimat pasif" adalah kalimat yang subjeknya justru dikenai pekerjaan bukan melakukan pekerjaan. Secara mudah dapat kita identifikasikan dengan kalimat yang predikatnya bermakna di- atau ter-. Perhatikan perbandingan kalimat aktif dan pasif di bawah ini:

a. Ani ate apel. (aktif)

b. Apple was eaten by Ani. (pasif)

Pada kalimat di atas, (a) adalah kalimat aktif ditandai dengan subjek Ani melakukan pekerjaan, yaitu makan. Sedangkan pada kalimat (b) adalah kalimat pasif ditandai dengan subjek Apple justru dikenai pekerjaan atau dengan kata lain subjek kalimat justru menjadi korban dari objek. Pada hal ini, subjek Apple menjadi korban objek Ani yaitu: dimakan; was eaten.

2. Pola Kalimat passive voice

Secara mudah dapat saya katakan bahwa rumus atau pola kalimat passive voice adalah:

Kata kerja "be" + "past participle"

Be di sini bisa berbentuk be itu sendiri atau varian lainnya yaitu is, am, are, was, were, being, dan been. Sahabat harus tahu betul jenis-jenis be apa saja dalam bahasa Inggris dan cara membedakan penggunaanya. Sahabat bisa baca perbedaan antara be, been, dan being dan tentang "past participle"

Jadi bisa saya katakan pola kalimat sederhana dari passive voice adalah

"be" + "past participle"

dengan bentuk lebih lengkapnya adalah:

be/to be/is/am/are/was/were/been/being + "past participle"

Source
https://m.belajarbahasa.id/artikel/dokumen/347-passive-voice-2017-05-05-04-39?device_view=mobile